Islam

Mengetahui Lebih Dalam Tentang Puasa Sunnah Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh ialah salah satu jenis puasa sunnah yang dilakukan pada pertengahan bulan. Biasanya dilakukan selama tiga hari atas dasar penanggalan kalender Qomariyah. Mungkin tidak semua orang mengetahui mengenai penanggalan kalender Qomariyah, maka dapat pula digunakan pedoman melalui kalender Hijriyah pada setiap tanggal 13 sampai 15, kecuali saat bertepatan dengan hari tasyrik, karena pada tanggal itu puasa akan dilarang dan bersifat haram.

Puasa Ayyamul Bidh ini bisa dilakukan bagi setiap umat muslim, baik laki-laki atau perempuan. Meski pada perempuan terdapat aturan khusus yang harus terpenuhi yaitu berada dalam keadaan yang suci serta mendapatkan izin dari suami bagi mereka yang telah menikah ketika ingin menunaikan ibadah puasa sunnah, tidak hanya puasa Ayyamul Bidh melainkan puasa-puasa sunnah lainnya. Ketentuan yang harus dilakukan juga sama seperti puasa lainnya, yaitu sama-sama menahan hawa nafsu mulai dari terbitnya matahari sampai terbenam pada sore hari serta membatasi diri dari segala bentuk maksiat yang nantinya akan mendatangkan siksa. Hanya saja terdapat perbedaan yang terletak pada niatnya, dimana niat puasa sunnah dapat dilakukan pada esok hari setelah sholat subuh, tidak harus dilakukan pada malam hari seperti puasa wajib.

Adapun dalil yang menyebutkan mengenai anjuran untuk menjalankan puasa sunnah ayyamul bidh ialah Hadist Nabi Muhammad Saw yang memiliki makna berupa tiga nasehat yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, menunaikan shalat dhuha dan melaksanakan shalat witir ketika menjelang tidur. Selain itu terdapat pula hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang mengandung arti bahwa Nabi Muhammad Saw menunaikan puasa sunnah ayyamul bidh ini ketika belau tidak sedang bepergian. Dengan demikian, berdasarkan hadist dan dalil tersebut, dapat ditarik kesimpulan mengenai keutaman yang diperoleh ketika menunaikan ibadah puasa sunnah Ayyamul Bidh ialah sebagai berikut:

Keutamaan Menunaikan Puasa Sunnah Ayyamul Bidh

Keutamaan Menunaikan Puasa Sunnah Ayyamul Bidh
ilustrasi Keutamaan Menunaikan Puasa Sunnah Ayyamul Bidh (photo: pixabay.com)

Pertama, dapat melaksanakan dan menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Saw. Kedua, sama seperti beberapa puasa sunnah lainnya dimana ketika melaksanakan puasa sunnah selama tiga hari dalam setiap bukannya, maka akan mendapat pahala seperti puasa sepanjang tahun. Ketiga, dapat memberikan jeda atau istirahat terhadap organ tubuh kita dalam tiap bulannya.

Asal Mula Munculnya Puasa Sunnah Ayyamul Bidh

Asal Mula Munculnya Puasa Sunnah Ayyamul Bidh
ilustrasi Asal Mula Munculnya Puasa Sunnah Ayyamul Bidh (photo: pixabay.com)

Puasa Sunnah ini awalnya muncul ketika Nabi Adam AS terbakar matahari. Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas yang mengisahkan ketika Nabi Adam diturunkan ke bumi, maka seluruh badannya hangus dan terbakar oleh matahari hingga menjadi gosong. Oleh sebab itu Allah memerintahkannya untuk menunaikan puasa tiga hari dalam tiap bulannya, yaitu pada tanggal 13 sampai 15. Sehingga, setelah beliau melaksanakan ibadah puasa sunnah ini, maka hangus yang ada di tubuhnya hilang dan kembali menjadi putih bersih.

Setelah mengetahui tentang pengertian, keutamaan dan asal usul munculnya puasa sunnah ini, maka perlu juga diketahui mengenai jadwal puasa sunnah ayyamul bidh. Berikut ialah contoh jadwal pelaksanaan puasa sunnah ayyamul bidh sepanjang tahun 2020:

  1. Januari pada tanggal 9, 10 dan 11.
  2. Februari pada tanggal 7, 8 dan 9.
  3. Maret pada tanggal 8, 9 dan 10.
  4. April pada tanggal 7, 8 dan 9.
  5. Mei tidak terdapat puasa sunnah ayyamul bidh dikarenakan bertepatan pada pelaksanaan puasa wajib Ramadhan.
  6. Juni pada tanggal 5, 6 dan 7.
  7. Juli pada tanggal 5, 6 dan 7.
  8. Agustus pada tanggal 3, 4 dan 5.
  9. September pada tanggal 1, 2 dan 3.
  10. Oktober pada tanggal 1, 2 dan 3 serta lanjut tanggal 30 dan 31.
  11. November pada tanggal 1, 29 dan 30.
  12. Desember pada tanggal 1, 28, 29 dan 30.

Itulah contoh jadwal pelaksanaan puasa sunnah Ayyamul Bidh pada tahun 2020 yang didasarkan dengan penggalan Qomariyah yang telah dikonversi atau disesuaikan dengan penanggalan Hijriyah, sehingga bisa diketahui secara mudah bagi mereka yang tidak mengetahui mengenai penanggalan Qomariyah. Ketika pertengahan bulan Qomariyah atau bertepatan saat dilaksanakannya puasa sunnah Ayyamul Bidh, maka bulan bersinar dengan terang, sehingga malam-malam pada tanggal itu nampak bersih bercahaya. Dengan demikian, tidak heran apabila Nabi Adam kembali memutih bertetapan pada tanggal ini.

Dari beberapa ulasan diatas dapat kita simpulkan bahwa setiap puasa sunnah pasti memilki keutamaan dan hikmah yang berbeda-beda. Sehingga, penting untuk kita ketahui mengenai hikmah, manfaat sampai jadwal pelaksanaanya sekalipun. Hal ini dapat kita lakukan untuk mendapatkan kebaikan dan menghapuskan atas segala dosa-dosa yang telah diperbuat, karena meski dianggap sebagai suatu hal yang sunnah atau tidak wajib dilakukan, tetapi termasuk ke dalam orang-orang yang merugi apabila tidak menjalankan. Oleh sebab itu, perbanyaklah berbuat kebaikan dan sunnah, termasuk salah satunya puasa sunnah Ayyamul Bidh ini agar senantiasa kita berada dalam lindunganNya. Di samping itu, perlu juga Anda ketahui bahwa orang-orang yang gemar berpuasa kelak akan ditempatkan dalam surga Ar-Rayyan atau surga khusus bagi orang-orang yang kerap menunaikan ibadah puasa sunnah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *